PATI - Mimpi peningkatan taraf hidup kini semakin nyata bagi warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, masyarakat dibekali pengetahuan vital untuk mengoptimalkan usaha peternakan dan pertanian mereka. Bukan sekadar pembangunan fisik, kali ini TMMD menyentuh aspek nonfisik yang langsung memberdayakan warga, khususnya para peternak dan petani yang haus akan inovasi.
Antusiasme tinggi terpancar dari wajah para peserta penyuluhan yang digelar pada Jumat (8/5/2026) di Desa Godo. Mereka bersemangat menyerap ilmu baru demi budidaya sapi yang lebih modern dan berdampak positif bagi lingkungan.
Dokter hewan, drh. Dedy Saputro, menjadi narasumber utama yang membuka wawasan para peserta mengenai seluk-beluk penggemukan sapi. Ia mengupas tuntas mulai dari pemilihan bibit unggul yang sehat, strategi pemberian pakan yang tepat, hingga manajemen kesehatan ternak demi pertumbuhan yang optimal.
"Penggemukan sapi yang baik harus dimulai dari pemilihan bibit yang sehat, pemberian pakan yang tepat, dan perawatan rutin agar pertumbuhan ternak maksimal, " ujar drh. Dedy Saputro di hadapan peserta penyuluhan.
Tak hanya berfokus pada budidaya sapi, penyuluhan ini juga mengupas tuntas potensi tersembunyi dari limbah ternak. Masyarakat diajak untuk melihat kotoran sapi bukan sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya berharga yang dapat diubah menjadi pupuk organik bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
"Pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik bisa membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus meningkatkan kualitas lahan pertanian, " jelasnya.
Kapten Inf Karjoko menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini adalah wujud nyata dari komitmen TMMD dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa. Program ini hadir untuk membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar lebih mandiri.
"TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan wawasan masyarakat agar lebih mandiri dan mampu mengembangkan potensi ekonomi desa, " tegas Kapten Inf Karjoko.
Beliau berharap, ilmu yang didapat warga dapat segera diaplikasikan di lapangan, mendorong peningkatan hasil peternakan dan pertanian, yang pada akhirnya akan berujung pada perbaikan kesejahteraan keluarga.
Suasana interaktif mewarnai sesi diskusi, di mana warga dengan aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar tantangan yang dihadapi dalam beternak sapi maupun mengelola limbah ternak. Ini menunjukkan betapa relevannya program ini bagi kebutuhan riil masyarakat.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD membuktikan diri sebagai katalisator perubahan positif bagi sumber daya manusia. Melalui program penyuluhan ini, masyarakat Desa Godo kian terdorong untuk berinovasi dan produktif dalam menggali potensi lokal yang melimpah.
(Agung)

Updates.