PATI - Di tengah kesibukan akhir Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026, sebuah monumen bersejarah tengah digarap serius di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Satgas TMMD Kodim 0718/Pati tak kenal lelah mempercepat pembangunan tugu prasasti yang kelak akan berdiri kokoh sebagai saksi bisu kemanunggalan TNI dan rakyat.
Lebih dari sekadar pelengkap, tugu prasasti ini dirancang menjadi simbol abadi, sebuah pengingat visual akan semangat gotong royong yang telah terjalin erat antara prajurit TNI dan warga desa selama program berlangsung. Monumen ini akan menjadi penanda sejarah, mengabadikan momen kolaborasi dalam membangun Desa Godo menjadi lebih baik.
Terlihat jelas keakraban dan kekompakan antara anggota Satgas TMMD dan warga desa saat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan prasasti yang ditempatkan strategis di tepi jalan desa. Lokasi ini dipilih agar mudah disaksikan oleh setiap mata yang melintas, menjadi pengingat bagi siapa saja tentang nilai kebersamaan yang telah diwujudkan.
Serka Sutrisno, salah satu penggagas ide pembangunan tugu prasasti ini, mengungkapkan rasa bangganya. Ia melihat monumen ini sebagai bentuk penghormatan mendalam atas semangat juang dan kebersamaan yang luar biasa selama TMMD berjalan. Baginya, ini bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah cerita.
"Prasasti ini menjadi tanda bahwa TMMD pernah hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Godo. Kami ingin masyarakat selalu mengingat bahwa pembangunan ini lahir dari kerja sama antara TNI dan rakyat, " ujar Serka Sutrisno, Sabtu (9/5/2026).
Ia menambahkan, keberadaan tugu prasasti ini turut memperkuat ikatan emosional yang terjalin. TMMD, menurutnya, bukan hanya tentang membangun jalan atau fasilitas, tetapi lebih dari itu, ia telah merajut hubungan kekeluargaan dan menumbuhkan semangat gotong royong yang tak ternilai harganya. Semangat itulah yang ingin diabadikan.
Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati memang telah memberikan dampak luas, tak hanya melalui pembangunan fisik yang menyentuh kebutuhan dasar desa, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang memberdayakan masyarakat.
Antusiasme warga Desa Godo terhadap pembangunan tugu prasasti ini pun terlihat jelas. Mereka menyambut baik, menganggap monumen ini sebagai pengingat abadi atas perjuangan bersama demi kemajuan desa tercinta.
Diharapkan, tugu prasasti ini tidak hanya menandai akhir dari sebuah program, tetapi juga menjadi katalisator untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian. Sebuah warisan yang akan terus menginspirasi warga untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dicapai bersama.
Dengan progres yang terus dikebut, Satgas TMMD optimis seluruh rangkaian pekerjaan akan rampung sesuai jadwal, meninggalkan jejak pengabdian yang tak terlupakan bagi masyarakat Desa Godo.
(Agung)

Updates.