PATI - Kebahagiaan terpancar dari wajah para petani di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah sumber air dari sumur bor program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kodim 0718/Pati mulai mengalir dan dimanfaatkan warga, Rabu (13/5/2026).
Di tengah ancaman musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat, keberadaan sumur bor di titik 4 lokasi TMMD menjadi harapan baru bagi petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka.
Salah satu petani, Suparmin (54), tampak sumringah saat melihat air mengalir deras dari sumur bor yang berada di area persawahan jagung milik warga. Didampingi Babinsa Desa Godo Sersa Sujono, ia bahkan langsung mencuci tangan menggunakan air tersebut sebagai ungkapan rasa syukur.

“Alhamdulillah, sekarang sawah kami sudah dekat dengan sumber air. Biasanya kalau musim kemarau tanaman jagung sering kekurangan air. Dengan adanya sumur bor ini kami sangat terbantu, ” ujar Suparmin dengan penuh haru.
Menurutnya, selama bertahun-tahun petani di wilayah tersebut harus berjuang keras menjaga tanaman tetap hidup saat debit air mulai menurun di musim kemarau. Tidak sedikit warga yang khawatir mengalami gagal panen akibat sulitnya mendapatkan pengairan.
“Kami sering kesulitan air saat kemarau panjang. Kadang harus mencari sumber air jauh dari sawah. Sekarang kami lebih tenang karena sudah ada sumur bor, ” tambahnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Godo Sersa Sujono mengatakan pembangunan sumur bor menjadi salah satu program unggulan TMMD yang difokuskan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sektor pertanian.
“Program sumur bor ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, terutama para petani yang membutuhkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka, ” jelasnya.
Ia berharap keberadaan sumber air tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Godo.
“Semoga sumur bor ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, terutama dalam menghadapi musim kemarau, ” ujarnya.
Program TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0718/Pati sendiri tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga fokus pada penyediaan fasilitas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk akses air bersih dan pengairan pertanian.
Gemericik air yang keluar dari sumur bor di tengah area persawahan kini menjadi simbol harapan baru bagi petani Desa Godo. Bagi warga, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi sumber kehidupan yang sangat menentukan keberlangsungan pertanian dan ekonomi keluarga mereka.
Melalui program TMMD, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali membuktikan bahwa gotong royong mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan warga desa.
(Agung)
