PATI - Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai pertemuan Forkopimda Kabupaten Pati bersama Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis malam (7/5/2026).
Di tengah nuansa tradisional khas pendopo, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang selama ini menjadi salah satu penggerak pembangunan di daerah.
Hadir dalam kegiatan itu Plt Bupati Pati Risma Ardhi Candra, Ketua Tim Wasev TMMD Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke, jajaran TNI-Polri, DPRD, hingga perwakilan instansi terkait lainnya.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Candra menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“TMMD telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan warga desa. Yang paling penting, program ini memperkuat budaya gotong royong dan kebersamaan, ” ujar Risma dalam sambutannya.
Menurutnya, keberhasilan TMMD di Kabupaten Pati tidak terlepas dari soliditas seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev TMMD Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke menekankan bahwa pengawasan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pengawasan ini bukan hanya untuk menilai hasil pekerjaan, tetapi memastikan program TMMD benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan, ” tegas Brigjen TNI Franky.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan TMMD di Kabupaten Pati yang dinilai berjalan baik, termasuk inovasi dalam program nonfisik seperti pemanfaatan mikroba untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.
Menurutnya, pendekatan pembangunan yang menggabungkan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat menjadi kekuatan utama TMMD dalam mempercepat kemajuan desa.
Pertemuan hangat di Pendopo Kabupaten Pati itu sekaligus menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui sinergi yang terus terjalin, seluruh pihak optimistis program TMMD Reguler ke-128 mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian semua pihak agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat, ” pungkas Brigjen TNI Franky.
Dari ruang pendopo yang sarat nilai sejarah dan budaya itu, semangat gotong royong kembali diteguhkan sebagai fondasi utama membangun desa dan memperkuat persatuan bangsa.
(Agung)

Updates.