PATI - Sinergi TNI dan Polri kembali ditunjukkan melalui kegiatan penyuluhan pencegahan radikalisme yang digelar di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikal yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Dalam penyuluhan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Godo, Aipda Bibit Widodo, hadir sebagai narasumber utama didampingi Babinsa Desa Godo, Serda Sujono. Keduanya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya radikalisme serta pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di lingkungan sosial.
Di hadapan warga, Aipda Bibit Widodo menjelaskan bahwa penyebaran paham radikal kerap menyasar masyarakat melalui informasi menyesatkan, termasuk lewat media sosial dan lingkungan pergaulan.
“Radikalisme bisa merusak persatuan bangsa jika tidak dicegah sejak dini. Karena itu masyarakat harus lebih bijak menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang bertentangan dengan nilai Pancasila, ” tegas Aipda Bibit Widodo.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Babinsa Desa Godo Serda Sujono menekankan pentingnya memperkuat rasa cinta tanah air sebagai benteng utama menghadapi berbagai ancaman ideologi yang dapat memecah belah bangsa.
“Kami berharap warga tetap menjaga kerukunan, memperkuat kebersamaan, dan terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, ” ujar Serda Sujono.
Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif. Warga tampak antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi mengenai langkah konkret mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan masyarakat.
Program edukasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat desa melalui kolaborasi TNI-Polri bersama warga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Godo diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh radikalisme, serta menjadi bagian dari garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(Agung)

Updates.